Banyak yang tidak ku mengerti
tentang cinta. Aku baru saja belajar bagaimana mencintai. Dan kamu tahu bahwa
dalam belajar melakukan kesalahan adalah hal yang wajar. Maafkan aku yang kau rasa banyak
menyakitimu. Maafkan aku yang kau anggap tidak terlalu menghargai perjuanganmu.
Sesungguhnya aku mencintaimu lebih dari yang kau kira. Kau tidak perlu
menanyakannya. Kesalahan-kesalahan yang telah ku lakukan selama ini, aku ingin
kau memaafkannya. Memang maaf hal yang mudah, tapi setidaknya mari kita melupakan
semua hal yang menyakitkan dan memulainya dari awal. Apakah di dunia ini ada hal yang tidak bisa dimaafkan? Bahkan Tuhan pun Maha Pemaaf. Aku merasakan
saat-saat bahagia bersamamu. Aku merasa saat yang paling berharga ketika
dimilikimu. Aku merasa bersyukur dan beruntung kau mencintaiku dengan sebegitu
besarnya. Kau menyayangiku semampu yang kau bisa. Begitu pula aku, tapi aku
terlalu bodoh dan tolol menunjukkannya. Sehingga aku tidak dapat membuat kau
merasakan seberapa besar cinta yang ada dihatiku. Aku masih belajar sayang.
Asal kau tahu saja aku tidak
pernah memberi kesempatan kepada lelaki lain untuk memasuki ruang hatiku. Kau
tahu, hatiku memilihmu sayang. Aku tidak bisa mencintai yang lain. Darimu aku
belajar banyak. Aku ingin mengulang saat-saat indah yang kita lalui bersama.
Tapi kau masih saja berdiam dan keras hati untuk memaafkanku. Sayang aku tidak
pernah menyesal melalui banyak hal bersamamu. Karena bersamamu aku mengerti
kebahagiaan, aku mengerti rasa dicintai dan kau membuatku berharga karna
memilikimu. Aku ingin kau kembali dan bersamaku memperbaiki semuanya. Jika kau
sudah lelah denganku. Maka aku harus melepaskanmu. Aku sadar kau lebih dari
berharga di dalam hidupku. Aku sadar aku tidak pandai menjagamu. Menjaga cinta
kita.
Mungkin sekarang semuanya telah
berbeda. Berbeda jauh dari awal pertama kita mencintai. Aku merasakannya. Mungkin
sudah terlalu banyak noda dalam hubungan kita. Hingga kita sendiri tidak
mengerti perasaan yang sesuungguhnya sedang kita rasakan. Namun tidak untukku. Aku
masih saja sama. Aku dengan kekuranganku dan kamu dengan kekuranganmu. Aku tidak
pernah menyerah tentang itu. Mungkin kau sudah lelah menghadapiku, tapi entah
mengapa dalam hati kecilku aku ingin kamu berjuang. Bukankah hal sepele seperti
ini tidak berarti apa-apa jika dibandingkan dengan apa yang akan kita hadapi
sesungguhnya di masa depan? Aku mengatakan banyak hal kepadamu. Tentang bagaimana
seharusnya kau memperlakukan wanita yang kau sayangi. Aku tidak mengerti
mengapa kau menjadi begitu tidak tahu dengan hal itu. Mungkinkah kau
benar-benar tidak tahu atau ternyata aku bukanlah wanita yang ada di hatimu. Entahlah.
Aku meragukan itu. Karena yang aku tahu cinta adalah saling berjuang. Menerima kelebihan
dan kekurangan masing-masing. Itulah yang harus kita lakukan jika masih ingin
bersama. Namun aku tidak merasakan kau melakukannya. Aku menerimamu meskipun
terkadang aku cerewet akan banyak hal. Bukankah itu normal sebagai seorang
wanita. Tapi kenapa kau begitu tidak tahu akan banyak hal? Mengapa kau begitu
tidak mengerti bagaimana mencintaiku dengan baik? Apakah aku harus selalu
memberitahumu sehingga kamu menganggapku sebagai wanita yang begitu tidak puas
dengan apa yang ada padamu. Karena kau tidak pernah berusaha mempertahankanku
seperti wanita yang kau cintai, seperti yang pernah kau akui padaku. Apakah kata-katamu
hanyalah sekedar kata-kata yang kau ucap.
Aku tahu aku salah dalam
mencintai. Seharusnya aku tidak memberi seluruh hatiku padamu. Agar ketika hal
seperti ini datang aku tidak merasakan sakit yang sangat menusuk. Tapi aku
tidak akan menyesal. Mungkin memang aku harus merasakannya. Entah denganmu atau
dengan orang lain. Entah sekarang atau nanti. Disaat yang seperti apa aku pasti
merasakannya. Oleh karena itu aku memutuskan tidak lagi mengunci hatiku untuk
seorang. Bukan, bukan karena aku tidak lagi mencintaimu. Hanya saja mungkin
sekarang aku harus mulai belajar melepaskan. Aku juga tidak ingin memikirkan
apakah aku bisa melepasmu. Aku tidak ingin memikirkannya. Karena aku harus. Hidup
harus terus berjalan, kau tau itu. Aku ingin berjuang dengan seseorang pria
yang memang ingin berjuang bersamaku, dengan seseorang yang ingin ku
perjuangkan dan memperjuangkanku. Aku memutuskan meninggalkan lembaran yang
pernah kita lalui bersama. Bukan karena aku tidak lagi menyayangimu. Aku tidak
ingin berdusta karena memang aku tidak bisa begitu saja menghapusmu dari
hatiku. Namun aku tidak ingin menjadi egois untuk terus menuruti perasaanku yang
entah berbalas atau tidak. Pertemuan kita dan hal-hal indah yang pernah kita
lewati bersama bukanlah hal yang mudah untuk ku lupakan dan aku tidak akan
pernah melupakannya. Namun aku ingin membebaskan hatiku. Karena dia berhak
bahagia dengan seseorang yang mencintainya. Entah dengan orang lain atau kamu. Aku
tidak pernah tahu. Kau,aku harap kau
bahagia dan selalu bahagia dengan atau tanpaku. Aku harap kau mendapatkan apa
yang sudah lama kau cita-citakan dan dapat membahagiakan kedua orang tuamu sebaik
mungkin selama mereka masih ada untukmu. Jika kau tidak bisa berjuang untukku,
berjuanglah untuk mereka. Karena mereka juga mencintaimu tanpa batas dengan tak
pernah berharap kau balas. Bahagiakanlah orang-orang yang mencintaimu kecuali
aku. Karena aku akan berusaha baik-baik saja tanpamu. Agar kau dapat menjadi
lebih baik tanpa aku yang selalu membuatmu lelah. Thankyou for try to loving me
 |
For now :) |